Saturday, July 19, 2014

TIADA TAJUK





Mungkin sudah tiba saatnya
Ku nukilkan
Kata-kata yang dulunya terpendam

Kasih itu sejujurnya milik-Nya
Tiada lain
Seindah mekarnya keindahan sekuntum bunga
Yang bebas memekar dan menguncup
Cantik aturan-Mu

Aku mungkin pergi
Meninggalkan segala amanat ku
Meninggalkan segalanya

Aku tiada harta
Tiada kekasih
Tiada segalanya
Aku hina

Dengan-Mu aku kuat
Meneruskan usaha agama-Mu
Yang ku cari sekian lama
Kini ku temui
Detik kendahan

Kehilangan
Kekurangan
Kesakitan
Tangisan
Itu tarbiyyah ku
Ditakdirkan ke atas daun ku
Sebelum aku dilahiirkan

Janji ku pada-Mu
Tidak akan ku lupa
Jasad ini bukan milik ku
Ini kepunyaan-Mu
Aku ini hanya meminjam

Laksana cinta adam hawa
Aku kembali pada-Mu
Aku cinta pada-Mu
Mengalahkan cinta Rasul kepada umatnya
Tapi
Aku hina

Aku menunggu giliran ku
Demi untuk bertemu dengan-Mu
Biarlah giliran sang malaikat
Biarlah giliran bidadari
Biarlah giliran rasul dan nabi
Biarlah giliran ulama’
Biarlah giliran para syahid
Aku tetap menunggu-Mu
Walaupun dibalik lalang panjang
Walaupun disalut air sampah
Hanya dipungut tika perlu
Sesudah itu dibuang tanpa salam
Aku tetap menanti giliran ku

Aku cinta pada-Mu
Duhai kekasih abadi

Allah Yang Maha Satu



No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...