Thursday, June 14, 2012

BUKAKANLAH HATINYA UNTUK-MU



Dulu kita pernah bersama,
Menagih kasih ilmu Allah,
Setia dalam menadah kalam,
Walau ia sejengkal tebalnya,
Walau ia sebatu beratnya.

Dengan mualim kite bertalaqi,
Menambah yang kurang,
Membaiki yang salah,
 Tidak lupa,
Menambahbaik yang lama.

Sebelum berpisah,
Kita pernah mengikat janji setia,
Janji untuk hadapi ujian dunia,
Hanya padaNya kita berserah,
hanya padanya kita mengadu.

Hari bertukar menjadi minggu,
Minggu bertukar menjadi bulan,
Bulan pula bertukar menjadi tahun,
Sudah lama kita tidak bertemu,
Rindu di hati terasa,
Terasa untuk bertemu.

Takdir Allah itu benar,
Terkejut ku melihatmu di dunia kedua,
Menghebahkan kemungkaran dilakukan,
Kau seronok bermain api Allah,
Kau seronok disamping yang entah bagaimana statusnya.

Kau sungguh berani,
Menjadi sebuah permata,
Yang zahirnya indah,
Tapi batilnya seperti arang.

Kau sanggup aibkan dirimu di khalayak,
Gembira dengan apa yang kau lakukan,
Gembira dengan status haram itu,
Apa kau sudah lupa asal usulmu?
Senangnya kau tersasar.

Ya Allah,
Bukakanlah hatinya untuk agamaMu,
Jangan kau pesongkan hatinya,
Sesudah dia kau rahmati,
Lembutkanlah hatinya untuk kebenaran,
Kelak dia juga akan bahagia,
Tunjukkanlah dia jalan yang benar,
Jalan yang Kau beri nikmat,
Bukan pada jalan yang kau murkai,
Dan yang juga yang sesat.

Selagi kita bernafas,
Selagi sendi-sendi sedia menyokong,
Selagi murkaNya belum diturunkan,
Kembalilah kita pasa asalnya,
Kita sebagai khalifah,
Yang turut menghambakan diri padaNya.

Selagi punya masa,
Selagi teman-teman di sisi,
Gunalah mereka untuk perubahanmu,
Mendekatkan diri padaNya,
Hatimu akan tenang setenangnya.



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...